Senin, 20 Juli 2020
Selasa, 24 Maret 2020
Tugas Tafsir Tarbawi
Pendidikan kimia dalam Al-Qur’an
Nama: Ista mamonto
Nim: 191032048
ABSTRAK:
ilmu
kimia merupakan salah satu dari cabang penjurusan ilmu pengetahuan alam, suatu
ilmu yang menjelaskan struktur perubahan dari suatu objek setara, yang
diakibatkan oleh suatu reaksi. Ternyata, pengetahuan kimia tersebut telah
diungkapkan dalam Al-qur’an sejak zaman dulu.
Adapun Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-Qur’an
bukan buku ilmiah akan tetapi, buku ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah
dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidak pernah bertentangan dengan
temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya, fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan
dengan teknologi abad ke-20 itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14
abad silam. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti
terpenting yang menegaskan keberadaan Allah.
Kata Kunci: Hubungan kimia dengan Al-Qur’an
PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada
Allah swt. Karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh
menyelesaikan sebuah karya tulis ini. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah
artikel dengan judul “pendidikan kimia dalam Al-Qur’an”, yang menurut saya
dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari ilmu kimia.
Penulis memohon permakluman bila mana isi artikel ini ada kekurangan dan ada
tulisan yang kurang tepat. Dengan ini saya mempersembahkan artikel ini dengan
penuh rasa terima kasih dan semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.
PEMBAHASAN
Kimia merupakan salah satu dari sekian banyak
ilmu pengetahuan yang muncul sejak munculnya pemikiran ilmuan secara ilmiah,
kimia (dari bahasa arab: كيمياء atau kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani:
khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat
zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau
transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan
sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu
dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik.
Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditemukan oleh struktur pada
tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom dan ikatan
kimia.
AYAT
Di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan yang
merujuk pada fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam
kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini juga telah menarik perhatian manusia
secara tidak langsung untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang
ada di dalamnya, di antaranya yaitu ayat-ayat yang berhubungan dengan kejadian
manusia, kejadian alam yang lain:
Proses penciptaan manusia dan tindak baalas
yang berlaku dari bahan yang terlibat semasa penciptaannya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلْإٍ نْسَانَ مِنْ
صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
“dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia
(Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi
bentuk”. [Al-Hijr:26]
Penciptaan alam semesta serta reaksi yang terkibat.
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِىَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيْهَا
وَقَدَّرَ فِيْهَآ أَقْوَاتَهَا فِىَ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَآءً لِّلسَّآئِلِيْنَ
“dan dia menciptakan di
bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan dia
menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa.
(penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.
[Al-Fushshilat:10]
ANALISIS MUFRODAT
Q.S. Al-Hijr:26
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَوَلَقَدْ ( Dan sesungguhnya kami telah menciptakan
manusia ) yakni Nabi Adam.
Makna (صَلْصَالٍ) yakni tanah yang kering, yang mengeluarkan
bunyi jika digerakkan. Dan jika tanah itu kemudian dibakar dengan api maka dia
disebut (الفخار).
Sedangkan makna (الحَمَأ) yakni tanah hitam yang
telah berubah. Dan (المَّسْنُون) yakni telah berubah.
Tanah yang dibasahi disebut dengan (الطين), jika kemudian ia
membusuk maka disebut dengan (حَمَأمَّسْنُون), ketika telah kering
maka ia menjadi (صَلْصَالٍ).
Q.S. Al-Fushshilat:10
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِىَ ( Dan dia menciptakan di bumi itu
gunung-gunung yang kokoh ), yakni gunung-gunung yang kokoh.
فَوْ قِهَامِن ( di atasnya ), yakni yang berada di atas
bumi, karena gunung-gunung adalah bagian dari bumi.
وَبَارَكَ فِيْهَا ( Dia memberkahinya ), Allah menjadikan bumi
penuh keberkahan dan kebaikan karena terdapat berbagai hal yang dibutuhkan oleh
hamba-hamkba-Nya.
وَقَدَّرَ فِيْهَآ أَقْوَا تَهَا ( dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan
(penghuni)nya ), yakni rezeki-rezeki penghuninya yang mereka butuhkan untuk
kehidupan mereka, seperti pepohonan dan berbagai hal yang dapat dimanfaatkan
lainnya; dan Allah menjadikan disetiap tempat apa yang tidak ada di tempat lain
agar para penghuninya dapat hidup dengan berdagang ke tempat lain. Allah
menjadikan ini semua dalam empat hari, termasuk dua hari sebelumnya.
سَوَآءً لِّلسَّآ ئِلِيْنَ ( (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi
orang-orang yang bertanya ), seakan-akan dikatakan: penetapan empat hari ini
adalah jawaban bagi orang-orang yang bertanya “berapa hari bumi dan seisinya
diciptakan?”.
HADIS
Hadis ini menjelaskan tentang proses
penciptaan manusia dan penciptaan alam. (Muslim, t.th.:2789):
عَنْ أَبِي
هُرَ يْرَةَ قَالَ أخْذَ رَسُولُ
الَّلهِ بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ
الَّلهُ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ
وَخَلَقَ فِيْهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ
الاِثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ
يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيْهَا الدَّ وَاَّب يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ
آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِيْمَا
بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى الَّليْلِ
“Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah SAW
memegang tangannya, lalu beliau bersabda, “Allah SWT menjadikan tanah pada hari
Sabtu, menjadikan gunung-gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pokok pada hari
Isnin, menjadikan bahan mineral pada hari Selasa, menjadikan cahaya pada hari
Rabu, menebarkan bintang pada hari Kamis, dan menjadikan Adam AS pada hari
Jumat setelah Asar. Penciptaannya merupakan penciptaan paling akhir yaitu
ketika bagian terakhir Jumaat antara waktu Asar hingga malam.”
PENDAPAT ULAMA
Hubungan Kimian dengan Al-Qur’an
Banyak ilmuan-ilmuan muslim yang telah
menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat Al-Qur’an. Harun Yahya
adalah seorang yang masyhur mengungkap rahasia Al-Qur’an tentang astronomi,
embriologi, geologi, fisika, biologi, dan lain-lain. Masih banyak hal tentang
kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya, khususnya
tentang angka-angka. Yang mashur tentang kimia dalam Al-Qur’an adalah mengenai
firman Allah dalam surah Al-Hadid, surat ke-57 yang berada di pertengahan
Al-Qur’an.
Fakta ke-1 Allah berfirman: “...dan kami
ciptakan besi...” (Al-Qur’an, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “an zalnaa”
yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen agama menuliskannya dengan
“ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata
“khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah
mengyngkapkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari
bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
KANDUNGAN
MAKNA
Allah SWT menyebutkan nikmat dan ihsan-Nya
kepada nenek moyang kita, Nabi Adam as, dan apa yang dilakukan musuhnya yaitu
iblis terhadapnya. Di sana terdapat peringatan kepada kita agar berhati-hati
terhadap keburukan dan godaannya.
Allah menjadikan di bumi gunung-gunung yang
terpancang kokoh untuk meneguhkan bumi agar tidak bergoncang. Allah menentukan
di bumi makanan manusia dan hewan-hewan dalam empat hari guna menyempurnakan
dua hari sebelumnya, yaitu hari Selasa dan Rabu, sama saja bagi siapa yang
hendak bertanya tentangnya.
PESAN-PESAN PENDIDIKAN
Jangan pernah menjadi orang yang gampang puas!
Masih banyak puncak-puncak yang harus kau capai.
Di mana pun kamu lahir, kamu punya hak untuk
bermimpi. Maka janganlah pernah berhenti.
KESIMPULAN
Sesungguhnya hubungan Al-Qur’an dengan sains
memang tidak boleh dipisahkan lagi. Bukan karena Al-Qur’an itu ialah buku
sains, tetapi Al-Qur’an ialah mukjizat Allah swt. Yang dikaruniakan kepada Nabi
Muhammad saw. Untuk kegunaan manusia. Al-Qur’an juga mempunyai kaitan yang
rapat dengan salah satu cabang dari ilmu sains yaitu kimia. Hubungan Al-Qur’an
dengan kimia dapat dilihat dengan penemuan besi di dalam Al-Qur’an yaitu pada
surah Al-hadid (besi). Maksud surah tersebut sudah jelas bermaksud besi. Surah
Al-hadid ialah surah yang ke-57 yang berada di pertengahan Al-Qur’an.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)