Senin, 20 Juli 2020


UTS Tafsir Tarbawi (menghafal QS. Al-Luqman ayat 1-19)

https://www.facebook.com/groups/811287882574305/permalink/1233486037021152/?app=fbl
UTS Tafsir Tarbawi (menghafal QS. Al-Luqman ayat 1-19)



https://youtu.be/N1ucrsf-O34

Selasa, 24 Maret 2020


Tugas  Tafsir Tarbawi
Pendidikan kimia dalam Al-Qur’an
Nama: Ista mamonto
Nim: 191032048

ABSTRAK:
 ilmu kimia merupakan salah satu dari cabang penjurusan ilmu pengetahuan alam, suatu ilmu yang menjelaskan struktur perubahan dari suatu objek setara, yang diakibatkan oleh suatu reaksi. Ternyata, pengetahuan kimia tersebut telah diungkapkan dalam Al-qur’an sejak zaman dulu.  Adapun Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-Qur’an bukan buku ilmiah akan tetapi, buku ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidak pernah bertentangan dengan temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya, fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan dengan teknologi abad ke-20 itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14 abad silam. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti terpenting yang menegaskan keberadaan Allah.

Kata Kunci: Hubungan kimia dengan Al-Qur’an

PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah swt. Karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis ini. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah artikel dengan judul “pendidikan kimia dalam Al-Qur’an”, yang menurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari ilmu kimia. Penulis memohon permakluman bila mana isi artikel ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kurang tepat. Dengan ini saya mempersembahkan artikel ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.


PEMBAHASAN
Kimia merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang muncul sejak munculnya pemikiran ilmuan secara ilmiah, kimia (dari bahasa arab: كيمياء atau kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditemukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom dan ikatan kimia.

AYAT
Di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan yang merujuk pada fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini juga telah menarik perhatian manusia secara tidak langsung untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang ada di dalamnya, di antaranya yaitu ayat-ayat yang berhubungan dengan kejadian manusia, kejadian alam yang lain:

Proses penciptaan manusia dan tindak baalas yang berlaku dari bahan yang terlibat semasa penciptaannya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلْإٍ نْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
“dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. [Al-Hijr:26]

Penciptaan alam semesta serta reaksi yang terkibat.
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِىَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيْهَا وَقَدَّرَ فِيْهَآ أَقْوَاتَهَا فِىَ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَآءً لِّلسَّآئِلِيْنَ
“dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”. [Al-Fushshilat:10]

ANALISIS MUFRODAT

Q.S. Al-Hijr:26
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَوَلَقَدْ ( Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia ) yakni Nabi Adam.
Makna (صَلْصَالٍ) yakni tanah yang kering, yang mengeluarkan bunyi jika digerakkan. Dan jika tanah itu kemudian dibakar dengan api maka dia disebut (الفخار).
Sedangkan makna (الحَمَأ) yakni tanah hitam yang telah berubah. Dan (المَّسْنُون) yakni telah berubah.
Tanah yang dibasahi disebut dengan (الطين), jika kemudian ia membusuk maka disebut dengan (حَمَأمَّسْنُون), ketika telah kering maka ia menjadi (صَلْصَالٍ).

                                                                Q.S. Al-Fushshilat:10
وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِىَ  ( Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh ), yakni gunung-gunung yang kokoh.
فَوْ قِهَامِن ( di atasnya ), yakni yang berada di atas bumi, karena gunung-gunung adalah bagian dari bumi.
وَبَارَكَ فِيْهَا ( Dia memberkahinya ), Allah menjadikan bumi penuh keberkahan dan kebaikan karena terdapat berbagai hal yang dibutuhkan oleh hamba-hamkba-Nya.
وَقَدَّرَ فِيْهَآ أَقْوَا تَهَا ( dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya ), yakni rezeki-rezeki penghuninya yang mereka butuhkan untuk kehidupan mereka, seperti pepohonan dan berbagai hal yang dapat dimanfaatkan lainnya; dan Allah menjadikan disetiap tempat apa yang tidak ada di tempat lain agar para penghuninya dapat hidup dengan berdagang ke tempat lain. Allah menjadikan ini semua dalam empat hari, termasuk dua hari sebelumnya.
سَوَآءً لِّلسَّآ ئِلِيْنَ ( (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya ), seakan-akan dikatakan: penetapan empat hari ini adalah jawaban bagi orang-orang yang bertanya “berapa hari bumi dan seisinya diciptakan?”.

HADIS
            Hadis ini menjelaskan tentang proses penciptaan manusia dan penciptaan alam. (Muslim, t.th.:2789):
عَنْ أَبِي    هُرَ يْرَةَ   قَالَ أخْذَ رَسُولُ الَّلهِ    بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ الَّلهُ    التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَخَلَقَ فِيْهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيْهَا الدَّ وَاَّب يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِيْمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى الَّليْلِ
“Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah SAW memegang tangannya, lalu beliau bersabda, “Allah SWT menjadikan tanah pada hari Sabtu, menjadikan gunung-gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pokok pada hari Isnin, menjadikan bahan mineral pada hari Selasa, menjadikan cahaya pada hari Rabu, menebarkan bintang pada hari Kamis, dan menjadikan Adam AS pada hari Jumat setelah Asar. Penciptaannya merupakan penciptaan paling akhir yaitu ketika bagian terakhir Jumaat antara waktu Asar hingga malam.”

PENDAPAT ULAMA
Hubungan Kimian dengan Al-Qur’an
            Banyak ilmuan-ilmuan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat Al-Qur’an. Harun Yahya adalah seorang yang masyhur mengungkap rahasia Al-Qur’an tentang astronomi, embriologi, geologi, fisika, biologi, dan lain-lain. Masih banyak hal tentang kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya, khususnya tentang angka-angka. Yang mashur tentang kimia dalam Al-Qur’an adalah mengenai firman Allah dalam surah Al-Hadid, surat ke-57 yang berada di pertengahan Al-Qur’an.


            Fakta ke-1 Allah berfirman: “...dan kami ciptakan besi...” (Al-Qur’an, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “an zalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengyngkapkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.



KANDUNGAN MAKNA
            Allah SWT menyebutkan nikmat dan ihsan-Nya kepada nenek moyang kita, Nabi Adam as, dan apa yang dilakukan musuhnya yaitu iblis terhadapnya. Di sana terdapat peringatan kepada kita agar berhati-hati terhadap keburukan dan godaannya.
            Allah menjadikan di bumi gunung-gunung yang terpancang kokoh untuk meneguhkan bumi agar tidak bergoncang. Allah menentukan di bumi makanan manusia dan hewan-hewan dalam empat hari guna menyempurnakan dua hari sebelumnya, yaitu hari Selasa dan Rabu, sama saja bagi siapa yang hendak bertanya tentangnya.

PESAN-PESAN PENDIDIKAN
Jangan pernah menjadi orang yang gampang puas! Masih banyak puncak-puncak yang harus kau capai.
Di mana pun kamu lahir, kamu punya hak untuk bermimpi. Maka janganlah pernah berhenti.

KESIMPULAN
            Sesungguhnya hubungan Al-Qur’an dengan sains memang tidak boleh dipisahkan lagi. Bukan karena Al-Qur’an itu ialah buku sains, tetapi Al-Qur’an ialah mukjizat Allah swt. Yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad saw. Untuk kegunaan manusia. Al-Qur’an juga mempunyai kaitan yang rapat dengan salah satu cabang dari ilmu sains yaitu kimia. Hubungan Al-Qur’an dengan kimia dapat dilihat dengan penemuan besi di dalam Al-Qur’an yaitu pada surah Al-hadid (besi). Maksud surah tersebut sudah jelas bermaksud besi. Surah Al-hadid ialah surah yang ke-57 yang berada di pertengahan Al-Qur’an.












DAFTAR PUSTAKA